FAST FASHION: PENGHASIL LIMBAH TEKSTIL BAGI LINGKUNGAN

Seperti yang kita ketahui bahwa kebutuhan akan sandang merupakan kebutuhan dasar dari manusia yang sangat penting, baik dari segi fungsional maupun sosial, sehingga dalam penempatan skala prioritas, kebutuhan akan sandang dapat ditempatkan pada posisi yang tinggi. Sandang adalah kebutuhan dasar yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari dan kesejahteraan manusia. Kebutuhan ini tidak hanya terkait dengan fungsi dasar seperti perlindungan, tetapi juga melibatkan aspek sosial dan ekonomi yang mendalam. Berikut beberapa alasan mengapa kebutuhan akan sandang penting:

  1. Perlindungan: pakaian melindungi tubuh manusia dari kondisi cuaca ekstrem, seperti dingin, panas, hujan dan sinar matahari. Pakaian juga dapat melindungi tubuh manusia dari luka yang disebabkan oleh benda-benda tajam.
  2. Identitas dan Ekspresi Diri: pakaian sering kali digunakan sebagai sarana untuk mengekspresikan diri, identitas, dan gaya pribadi. Ini bisa mencerminkan budaya, status, sosial dan keperibadian seseorang.
  3. Kenyamanan: pakaian yang sesuai dapat memberikan kenyamanan sehari-hari dan memungkinkan seseorang untuk melakukan aktivitas fisik dengan lebih leluasa.
  4. Ekonomi: industri pakaian juga merupakan sektor ekonomi yang penting, menyediakan pekerjaan bagi jutaan orang di seluruh dunia, mulai dari produksi hingga ritel.
Semakin berkembangnya jaman, semakin banyaknya trend busana yang beragam. Bahkan, masyarakat memiliki preferensi sendiri dalam memilih pakaian sesuai dengan kebutuhan dan dan selera masing-masing. Setiap negara menyumbang gaya busana yang berbeda-beda, dimana hal ini dapat mempengaruhi trend pakaian di semua wilayah bumi. 

Indsutri Tekstil di Indonesia mengalami peningkatan di tahun 2024, terutama pada kuartal pertama. Hal ini ditandai dengan peningkatan permintaan dari luar negeri dan domestik, peningkatan volume permintaan produk tekstil sebesar 7,24%, dan peningkatan kontribusi industri pengolahan terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 19,28%. Walaupun industri tekstil menyumbang angka pada pertumbuhan ekonomi, namun bahaya dan penanggulangan akan limbahnya perlu kita pikirkan supaya tidak menjadi limbah yang mencemari lingkungan.

Fast Fashion
Fast fashion adalah istilah yang digunakan oleh industri tekstil yang memiliki berbagai model busana yang silih berganti dalam waktu yang sangat singkat. Ciri-ciri fast fashion adalah,
  • Produk memiliki banyak model dan selalu mengikuti trend terbaru.
  • Model busana yang selalu berganti dalam waktu yang singkat.
  • Diproduksi pada negara Asia dan negara berkembang.
  • Menggunakan bahan baku yang tidak berkualitas (murah) dan tidak tahan lama.
Seperti contohnya, pada tahun 2021, trend pakaian rajut sedang berkembang pesat di dunia dikarenakan banyaknya artis Korea yang mulai menggunakan pakaian rajut. Sehingga beberapa toko baju terkenal seperti Uniqlo mulai mengeluarkan edisi rajut secara masal. Tetapi, kata trend merujuk pada sesuatu hal yang tidak bersifat selamanya. Sehingga, suatu saat pakaian rajut akan mengalami kemunduran permintaan pada suatu waktu tertentu dan pada akhirnya pakaian tersebut menjadi tidak terpakai lagi. Sayangnya industri fast fashion sering kali tidak memperhatikan dampak buruk terhadap lingkungan.

Dampak Limbah Tekstil
Produksi tekstil membutuhkan banyak sekali energi, air dan sumber daya. Bila limbah tekstil berakhir di tempat pembuangan akhir, perlu ratusan tahun untuk dapat terurai, melepaskan bahan kimia berbahaya dan gas rumah kaca dalam prosesnya. Berikut dampak limbah tekstil terhadap lingkungan:
  1. Pencemaran Air: limbah tekstil yang dibuang ke sungai dapat menyebabkan perubahan warna, bau, dan rasa air. Limbah tekstil yang mengandung ion logan seperti krom (Cr) dapat menambah jumlah ion logan di air, yang berdampak buruk pada biota air dan lingkunganya. 
  2. Penyumbatan Talang Air: pakaian bekas yang tidak diinginkan sering kali menyumbat talang air, sehingga aliran air tidak berjalan dengan baik. Hal ini dapat memperparah banjir dan menyebabkan penyakit yang ditularkan melalui air.
  3. Pencemaran Tanah: limbah kain perca yang tertimbun di tanah sulit terurai dan dapat menyebabkan timbulnya bibit penyakit dan banjir.
  4. Emisi Gas Rumah Kaca: saat limbah tekstil terurai di tempat pembuangan akhir, akan melepaskan gas metana, gas rumah kaca yang berkontribusi pada pemanasan global dan perubahan iklim. Manufaktur tekstil menghasilkan 10% dari emisi gas rumah kaca global dan mencemari ekosistem lokal.
  5. Kandungan Cairan Kimia: pakaian yang langsung dibuang ke tempat pembuangan sampah atau tempat pembuangan terbuka mengeluarkan gas dan cairan kimia selama proses dekomposisi yang mencemari udara, tanah dan air serta berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia.
  6. Konsumsi Air: industri fashion merupakan konsumen terbesar kedua dalam penggunaan suplai air dunia. Misalnya, produksi satu potong jeans membutuhkan 7.500 liter air, sedangkan produksi sehelai kaus katun membutuhkan 700 galon air.
  7. Pemanfaatan Hewan: industri fast fashion juga menjadi penyebab penurunan jumlah populasi hewan, karena tidak sedikit yang memanfaatkan kulit binatang sebagai bahan baku. Tidak hanya itu saja, namun dalam proses produksinya juga mencampur kulit hewan dengan berbagai zat kimia.
Penanggulangan Sebagai Konsumen
Sebagai konsumen kita dapat membantu penanggulangan limbah tekstil yang mencemari lingkungan, antara lain sebagai berikut,
  1. Meningkatkan penggunaan pakaian sehari-hari.
  2. Memperbaiki pakaian yang ada. Jika pakaian kita mengalami kerusakan, kita dapat memperbaikinya, bahkan meningkatkan keindahan pakaian kita. Hal ini dapat meningkatkan kreativitas dan keahlian kita dalam menjahit.
  3. Merawat pakaian dengan baik. Kita dapat mengurangi jumlah pakaian yang dibeli dengan merawat pakaian yang kita miliki.
  4. Membeli pakaian yang berkualitas. Walaupun pakaian dengan kualitas tinggi memiliki harga yang mahal, namun perlu kita ketahui bahwa pakaian tersebut sudah memperhatikan semua aspek di dalamnya termasuk dampaknya pada lingkungan.
  5. Membeli pakaian yang terbuat dari bahan ramah lingkungan.

Comments

  1. kerennn bangett, jadi dapat ilmu baru <3

    ReplyDelete
  2. Sangat setujuu, sebagai konsumen kita harus meningkatkan awareness kita terhadap limbah produk yang kita gunakan terutama suatu hal yang tidak memiliki nilai yang berkelanjutan

    ReplyDelete
  3. glad to know saat ini sudah cukup banyak yang aware mengenai isu fast fashion ini

    ReplyDelete
  4. kalau dari produsennya sendiri mungkin biss lebih menonjolkan inovasi lewat ciri khas merek mereka kali ya? jadi, tidak bergantung pada perubahan tren di masyarakat dan mengurangi produksi pakaian secara massal

    ReplyDelete

Post a Comment