FAST FASHION: PENGHASIL LIMBAH TEKSTIL BAGI LINGKUNGAN
Seperti yang kita ketahui bahwa kebutuhan akan sandang merupakan kebutuhan dasar dari manusia yang sangat penting, baik dari segi fungsional maupun sosial, sehingga dalam penempatan skala prioritas, kebutuhan akan sandang dapat ditempatkan pada posisi yang tinggi. Sandang adalah kebutuhan dasar yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari dan kesejahteraan manusia. Kebutuhan ini tidak hanya terkait dengan fungsi dasar seperti perlindungan, tetapi juga melibatkan aspek sosial dan ekonomi yang mendalam. Berikut beberapa alasan mengapa kebutuhan akan sandang penting:
- Perlindungan: pakaian melindungi tubuh manusia dari kondisi cuaca ekstrem, seperti dingin, panas, hujan dan sinar matahari. Pakaian juga dapat melindungi tubuh manusia dari luka yang disebabkan oleh benda-benda tajam.
- Identitas dan Ekspresi Diri: pakaian sering kali digunakan sebagai sarana untuk mengekspresikan diri, identitas, dan gaya pribadi. Ini bisa mencerminkan budaya, status, sosial dan keperibadian seseorang.
- Kenyamanan: pakaian yang sesuai dapat memberikan kenyamanan sehari-hari dan memungkinkan seseorang untuk melakukan aktivitas fisik dengan lebih leluasa.
- Ekonomi: industri pakaian juga merupakan sektor ekonomi yang penting, menyediakan pekerjaan bagi jutaan orang di seluruh dunia, mulai dari produksi hingga ritel.
- Produk memiliki banyak model dan selalu mengikuti trend terbaru.
- Model busana yang selalu berganti dalam waktu yang singkat.
- Diproduksi pada negara Asia dan negara berkembang.
- Menggunakan bahan baku yang tidak berkualitas (murah) dan tidak tahan lama.
- Pencemaran Air: limbah tekstil yang dibuang ke sungai dapat menyebabkan perubahan warna, bau, dan rasa air. Limbah tekstil yang mengandung ion logan seperti krom (Cr) dapat menambah jumlah ion logan di air, yang berdampak buruk pada biota air dan lingkunganya.
- Penyumbatan Talang Air: pakaian bekas yang tidak diinginkan sering kali menyumbat talang air, sehingga aliran air tidak berjalan dengan baik. Hal ini dapat memperparah banjir dan menyebabkan penyakit yang ditularkan melalui air.
- Pencemaran Tanah: limbah kain perca yang tertimbun di tanah sulit terurai dan dapat menyebabkan timbulnya bibit penyakit dan banjir.
- Emisi Gas Rumah Kaca: saat limbah tekstil terurai di tempat pembuangan akhir, akan melepaskan gas metana, gas rumah kaca yang berkontribusi pada pemanasan global dan perubahan iklim. Manufaktur tekstil menghasilkan 10% dari emisi gas rumah kaca global dan mencemari ekosistem lokal.
- Kandungan Cairan Kimia: pakaian yang langsung dibuang ke tempat pembuangan sampah atau tempat pembuangan terbuka mengeluarkan gas dan cairan kimia selama proses dekomposisi yang mencemari udara, tanah dan air serta berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia.
- Konsumsi Air: industri fashion merupakan konsumen terbesar kedua dalam penggunaan suplai air dunia. Misalnya, produksi satu potong jeans membutuhkan 7.500 liter air, sedangkan produksi sehelai kaus katun membutuhkan 700 galon air.
- Pemanfaatan Hewan: industri fast fashion juga menjadi penyebab penurunan jumlah populasi hewan, karena tidak sedikit yang memanfaatkan kulit binatang sebagai bahan baku. Tidak hanya itu saja, namun dalam proses produksinya juga mencampur kulit hewan dengan berbagai zat kimia.
- Meningkatkan penggunaan pakaian sehari-hari.
- Memperbaiki pakaian yang ada. Jika pakaian kita mengalami kerusakan, kita dapat memperbaikinya, bahkan meningkatkan keindahan pakaian kita. Hal ini dapat meningkatkan kreativitas dan keahlian kita dalam menjahit.
- Merawat pakaian dengan baik. Kita dapat mengurangi jumlah pakaian yang dibeli dengan merawat pakaian yang kita miliki.
- Membeli pakaian yang berkualitas. Walaupun pakaian dengan kualitas tinggi memiliki harga yang mahal, namun perlu kita ketahui bahwa pakaian tersebut sudah memperhatikan semua aspek di dalamnya termasuk dampaknya pada lingkungan.
- Membeli pakaian yang terbuat dari bahan ramah lingkungan.


kerennn bangett, jadi dapat ilmu baru <3
ReplyDeleteSangat setujuu, sebagai konsumen kita harus meningkatkan awareness kita terhadap limbah produk yang kita gunakan terutama suatu hal yang tidak memiliki nilai yang berkelanjutan
ReplyDeleteglad to know saat ini sudah cukup banyak yang aware mengenai isu fast fashion ini
ReplyDeletekalau dari produsennya sendiri mungkin biss lebih menonjolkan inovasi lewat ciri khas merek mereka kali ya? jadi, tidak bergantung pada perubahan tren di masyarakat dan mengurangi produksi pakaian secara massal
ReplyDeleteMenarik 👍
ReplyDelete