PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN: DIMANAKAH AREA HIJAU?
Jumlah penduduk di Indonesia kian meningkat pada tahun 2024. Menurut Worldometer, jumlah penduduk Indonesia pada pertengahan tahun 2024 diperkirakan mencapai 283.487.931 jiwa. Jumlah penduduk Indonesia yang terus meningkat disebabkan oleh tingginya laju pertumbuhan dan angka kematian yang stagnan. Dengan bertumbuhnya terus angka penduduk, menyatakan banyaknya masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal dan tempat untuk beraktivitas. Hal ini menyebabkan banyaknya lahan-lahan yang dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur berbasis komersil. Pembangunan pada dasarnya bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat di segala bidang yang menyangkut kehidupan manusia. Memang pada nyatanya, manusia banyak memanfaatkan bangunan komersil untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, rupanya pemerintah melupakan bahwa infrastruktur yang dibangun tidak termasuk infrastruktur hijau, yang mana merupakan aspek yang penting dalam menjaga keberlangsungan hidup masyarakatnya. Sebab, lingkungan sangat berpengaruh secara langsung dan memiliki peranan yang sangat penting bagi seluruh kehidupan makhluk hidup.
Kegiatan pembangunan bangunan komersil seperti mall dan ruko memang mendukung aktivitas masyarakat dalam melakukan jual-beli, bahkan hal ini membuka ruang bagi kreativitas masyarakat dalam membuka bisnis usahanya. Sayangnya pemerintah kurang memperhatikan pentingnya lahan-lahan ini dimanfaatkan sebagai pembangunan area hijau ketimbang bangunan komersil. Pentingnya mengadakan keseimbangan ekosistem bagi masyarakat.
Sebagai contoh nyata adalah pembangunan ruko yang terus-menerus di kawasan BSD City. Hal ini sudah dikonfirmasi dengan Sinar Mas Land yang telah mengklaim tingkat okupansi ruko yang sudah serah terima mencapai 80 persen di kawasan BSD City, seiring dengan bertambahnya permintaan ruang usaha pada kawasan tersebut. Sehingga semakin banyaknya proyek ruko yang diluncurkan oleh Sinar Mas Land. Dengan kondisi bumi yang semakin panas ini, masyarakat terlihat enggan menetap di luar bahkan tidak sedikit yang memilih untuk menggunakan transportasi pribadi. Hal ini dapat dilihat dari sedikitnya masyarakat yang memilih untuk berjalan kaki di trotoar yang sudah disediakan. Setelah dianalisis alasannya, jelas mereka memilih bermobilisasi menggunakan transportasi dibandingkan berjalan kaki dikarenakan tidak tahan dengan semua polusi yang ada. Lebih baik berada di ruang tertutup dengan adanya air conditioner, dibandingkan harus berada di ruang terbuka yang minim oksigen. Oleh karena itu, pentingnya memiliki ruang terbuka hijau dalam suatu daerah perkotaan.
Ruang Terbuka Hijau
Ruang Terbuka Hijau berfungsi dalam menjaga kelestarian alam, sebagai pengatur sirkulasi udara, pengatur iklim mikro, produsen oksigen, penyerap air hujan, dan tentunya mampu menyerap polutan yang ada di perkotaan. RTH ini sangat penting bagi perkotaan karena memiliki banyak sekali manfaat, di antaranya:
- Menjaga kualitas udara: RTH berfungsi sebagai paru-paru kota karena pohon-pohon di dalamnya menyerah karbondioksida (CO2) dan menghasilkan oksigen (O2) yang sangat dibutuhkan oleh manusia.
- Mengurangi polusi: RTH dapat mengurangi polutan dari udara, air, dan tanah.
- Menurunkan suhu: RTH dapat mengurangi masalahn urban heat island dengan menurunkan suhu lingkungan. Urban heat island adalah fenomena yang ditandai dengan semakin meningkatnya suhu kawasan pusat kota dibandingkan dengan kawasan di sekitarnya.
- Menjaga keseimbangan ekosistem: RTH melindungi fungsi ekosistem dan penyangga kehidupan.
- Menjaga keserasian dan keindahan lingkungan: RTH dapat meningkatkan kenyamanan dan memperintah lingkungan kota.
wahh, insight baru yang bermanfaat banget sih!
ReplyDeleteSetuju, di tengah hiruk pikuknya ibu kota pasti kita butuh udara segar..
salah satu solusi untuk mewujudkan masa depan menjanjikan ya dengan infrastruktur hijau dannn baru tauu istilah liquid 3 nih! good job author!
ReplyDeleteMenarik juga liquid 3
ReplyDelete