EUTROFIKASI YANG DISEBABKAN OLEH ECENG GONDOK
Eutrofikasi adalah proses peningkatan nutrisi di badan air, seperti sungai, danau, dan laut, yang menyebabkan pertumbuhan alga dan tanaman air secara berlebihan. Eutrofikasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya yang paling populer adalah pembuangan bahan-bahan kimia. Pemakaian bahan kimia tidak dipersalahkan, namun, pembuangannya perlu dikelola dengan baik. Pembuangan limbah kimia ini berasal dari sektor industri, pertanian, peternakan, dan permukiman manusia. Limbah ini di antara lainnya adalah pembuangan deterjen, pupuk atau limbah yang mengandung nitrat atau fosfat. Eutrofikasi dapat menyebabkan masalah seperti: rendahnya oksigen terlarut, hilangnya vegetasi perairan yang terendam (SAV), dan matinya organisme di dalamnya.
Terdapat salah satu tanaman yang merespon pembuangan limbah ini dengan positif, yaitu tanaman eceng gondok. Eceng gondok adalah suatu jenis tumbuhan air mengapung. Eceng gondok memiliki ciri khusus yaitu batang menggelembung dan daun lebar dan licin. Eceng gondok menyukai nitrat dan fosfat yang dihasilkan oleh produk kimia. Pembuangan limbah kimia ini dianggap positif oleh tumbuhan eceng gondok. Eceng gondok merupakan tanaman air yang tumbuh di permukaan air dan termasuk gulma air. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan pesat di perairan yang mengandung banyak nutrient. Nutrient yang diperlukan oleh tumbuhan air untuk pertumbuhan dan perkembangan hidupnya adalah nitrogen (N) dan fosfor (P). Kedua unsur ini dapat ditemukan dalam bentuk nitrat (NO3) dan fosfat (PO4). Limbah yang mengandung kedua unsur ini dimanfaatkan dengan baik oleh eceng gondok untuk memenuhi perairan. Eceng gondok memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah:
- Pembersih air: eceng gondok dapat menyaring air dari zat-zat berbahaya seperti logam berat dan pestisida.
- Penyerab karbon: eceng gondok dapat menyerap karbon dioksida dari udara dan mengubahnya menjadi oksigen.
- Penahan erosi: akar eceng gondok yang panjang dapat mengikat tanah di pinggiran perairan sehingga mencegah erosi.
- Habitat satwa liar: daun eceng gondok yang lebat dapat menjadi tempat berlindung bagi ikan, burung air, dan serangga air.
- Penurunan kualitas air: eceng gondok menyerap oksigen yang besar, sehingga menyebabkan kamtian biota air seperti ikan. Selain itu, eceng gondok juga dapat menyerap berbagai macam polutan dalam air, namun tidak mampu mengurainya secara sempurna.
- Mengganggu ekosistem perairan: pertumbuhan eceng gondok yang cepat dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Tumbuhan ini bersaing dengan tumbuhan air lainnya dalam mendapatkan nutrisi dan cahaya matahari, sehingga dapat menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati. Makhluk hidup dalam air, seperti ikan dan hewan air lainnya membutuhkan oksigen untuk bernafas. Penurunan kadar oksigen dapat menyebabkan kematian massal pada makhluk hidup tersebut.
- Proses pembusukan eceng gondok: ketika eceng gondok mati dan membusuk, bakteri pengurai akan bekerja mencegah materi organik dalam tumbuhan tersebut. Proses penguraian ini melibatkan beberapa reaksi kimia yang menghasilkan senyawa-senyawa asam. Beberapa senyawa asam yang umum dihasilkan adalah asam asetat dan asam butirat. Perubahan pH ini dapat mengganggu keseimbangan kimia dalam air dan mempengaruhi kelangsungan hidup berbagai organisme.
- Bahan bakar briket: eceng gondok dapat diolah menjadi bahan bakar briket.
- Biogas: eceng gondok dapat digunakan untuk memproduksi biogas karena kandungan hemiselulosanya yang tinggi.
- Kerajinan tinggi: eceng gondok dapat diolah menjadi produk seperti anyaman tikar, tas, dan perabotan rumah tangga lainnya.
- Pupuk organik: eceng gondok dapat dijadikan sebagai pupuk organik karena mengandung banyak asam humat.
Wahh, baru sadar ternyata ada efek negatifnya juga selain efek positf..
ReplyDeleteberarti kehadiran eceng gondok ini juga perlu diperhatikan jumlahnya demi keberlanjutan ekosistem yaa
ReplyDelete