BAHAYA WARNA WARNI LIMBAH CAT YANG MENGHIASI LINGKUNGAN SEKITAR



 Pembuangan sisa cat bekas di saluran pembuangan maupun di jalan yang sudah mengering akan sulit untuk dibersihkan serta menghasilkan bau yang menyengat. Menurut Peraturan Pemerintah (PP) No 101

tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah cat mengandung bahan kimia berbahaya seperti Senyawa Organik Volatil (VOC), timbal, formaldehida, benzene, dan xilene.

Beberapa paparan kandungan zat berbahaya dalam cat dapat mengganggu kesehatan seperti:

  1. Iritasi: Sensasi gatal atau perih pada area mata, hidung, tenggorokan, dan kulit.
  2. Gangguan Pernapasan: Menyebabkan sesak napas, asma, dan penyakit paru-paru lainnya.
  3. Kerusakan Organ Dalam: Dapat memicu kerusakan hati, ginjal, dan sistem saraf.
  4. Pemicu Kanker: Beberapa bahan kimia dalam cat bersifat karsinogen yang dapat memicu kanker.

Yang paling dapat berdampak khususnya bagi pekerja cat di pabrik maupun bagi tukang bangunan, untuk itu diperlukan langkah pencegahan dan penanganan seperti:


1. Memperhatikan Kandungan Cat

Sebelum membeli cat, sebaiknya memilih cat dengan label rendah VOC karena lebih aman untuk kesehatan dan ramah lingkungan. Hindari penggunaan cat yang memiliki banyak bahan timbal.


2. Lakukan Tes Bahan

Mengetahui kandungan berbahaya dalam cat sebelum digunakan, memperhatikan tampilan serta kekentalan dari cat, mencoba konsultasi ke pekerja tukang yang ahli dalam bidang cat sebelum mengapplikasikan ke permukaan dinding.


3. Memiliki Ventilasi Cukup

Memperhatikan saluran udara terbuka seperti jendela dan pintu saat mengecat dan selama proses pengerjaan. Selain itu, dapat menyalakan esafen dalam ruangan, agar membantu sirkulasi udara saat proses pengeringan.


4. Menggunakan Pengaman Tambahan

Sebelum mengapplikasikan cat, sebaiknya pekerja diberi instruksi agar terhindar dari kecelekaan kerja seperti menggunakan masker, sarung tangan, headshield yang bisa melindungi pekerja dari paparan langsung bahan kimia.


5. Penyimpanan Cat

Saat ingin menyimpan cat sebaiknya pastikan pastikan penyimpanan cat yang aman ditempat yang kering sesuai suhu ruangan, tehindar dari paparan sinar matahari secara langsung serta menjauhkan jangkauan dari anak-anak dan hewan peliharaan.


6. Pembuangan Cat Bekas

Dilakukan sesuai peraturan yang berlaku serta mengikiti intruksi sebelum membuang limbah cat seperti mengeringkan cat dalam kaleng sebelum dibuang, menyerahkan ke pusat pengumpulan limbah B3, atau dapat menukar cat sisa agar mendapatkan potongan harga maupun sisa cat dapat dijual kembali.



Meski memberikan warna dan keindahan pada ruangan, cat juga memiliki beberapa kandungan bahan kimia yang berpotensi mengancam kesehatan jika tidak digunakan dengan benar. Hindari membuang sisa cat sembarangan karena dapat merusak lingkungan sekitar dan dapat membahayakan kehidupan manusia, tanaman, serta hewan. Oleh karena itu, penting untuk masyarakat mengetahui penggunaan hingga pengelolaan dari sisa cat bekas.


Writer: Clara Angelita Darma

Comments

  1. Harus lebih diperhatikan lagi lingkungan sekitar

    ReplyDelete
  2. betul sekali, perlu memperhatikan kualitas cat dari segi kandungan, seperti pada pilox ada senyawa VOC yang berpengaruh negatif terhadap lapisan ozon

    ReplyDelete
  3. Sudah sering terlihat di Jakarta dan memang butuh penanggulangan yang baik agar aliran air di jakarta dan dimanapun terlihat lebih jernih lagii

    ReplyDelete
  4. Sangat informatif dan mudah untuk dipahami

    ReplyDelete
  5. Keren banget dah, bisa memberi manfaat kepada publik πŸ‘πŸ‘

    ReplyDelete
  6. Thanks, sgt bergunaπŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»

    ReplyDelete

Post a Comment