KERUGIAN BESAR AKIBAT KEBAKARAN KEBUN KARET DI SAMPIT

 


Dari sekian banyak bencana alam maupun bencana manusia, kebakaran hutan di Indonesia masih menjadi salah satu bencana yang sering terjadi khususnya di daerah Sumatera dan Kalimantan. Seperti kejadian kebakaran Kebun Karet di Kalimantan Tengah kota Sampit, diperkirakan 90.000 pohon karet milik petani Desa Sei Delapa ludes terbakar.

Diketahui Kebun karet tersebut milik puluhan petani dan ditanam di atas lahan seluas 40 hektare lebih. Tanaman pohon karet yang terbakar tersebut rata-rata sudah berumur tiga tahun dan diperkirakan 1-1,5 tahun yang sudah siap untuk dipanen. Kerugian yang dialami puluhan petani akibat terbakarnya tanaman pohon karet tersebut mencapai ratusan juta rupiah. Masing-masing petani mengeluarkan biaya sebesar 20 juta hingga 25 juta lebih mulai dari mempersiapankan lahan serta proses penanaman hingga kegiatan pemeliharaan selama tiga tahunnya. Terbakarnya ribuan pohon karet milik petani tersebut dipicu oleh warga yang membakar lahan untuk persiapan musim tanam padi di bulan Oktober sampai Maret. Akibat pembakaran lahan tersebut api menjalar ke semak belukar yang kering ditambah hembusan angin kencang membuat kobaran api sulit dipadamkan. Pemilik kebun sudah berupaya melakukan pemadaman, namun usaha tersebut sia-sia karena kobaran api semakin membesar pada malam hari. 



Hingga sekarang, warga sekitar hingga pengurus kebun karet mengaku masih sering terjadi kebakaran yang disebabkan oleh beberbagi faktor khususnya kelalaian manusia, namun langkah yang paling tepat dan mudah dilakukan untuk mengatasi masalah terkait kebakaran kebun karet seperti:


1. Pemantauan Rutin

Pengurus kebun karet dapat membuat jadwal patroli rutin secara berkala untuk memantau efektivitas pengelolaan lahan, mendeteksi adanya resiko kerusakan lahan, serta mengetahui situasi dan kondisi kebun karet dalam jangka panjang.


2. Pengelolaan Sekitar Lahan

Penting untuk pemerintah serta pihak-pihak berwenang dalam memberikan instruksi bagi masyarakat yang tinggal disekitar perkebunan, pihak pengurus lahan, serta pemilik kebun karet lainnya mengenai penggunaan sumber api dalam membuka lahan baru tanpa dibakar, membuang bekas puntung rokok ke tempat sampah, tidak membakar sampah disekitar lahan kebun kering yang mengarah ke kebun karet.


3. Memprediksi Musim Dan Cuaca 

Meningkatkan kewaspadaan dengan memprediksi musim dan cuaca didaerah sekitar lahan kebun agar terhindar dari resiko terjadi kebakaran. Dapat memasang alat dekteksi asap disekitar lahan kebun karet. 


Writer: Clara Angelita Darma

Comments

Post a Comment