MENGGALI TAMBANG DEMI SERPIHAN EMAS: BERHARGA MENDEKATI LANGKA

 



Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil emas terbesar di dunia karena memiliki cadangan emas cukup banyak yang tersebar di beberapa wilayah. Tidak heran jika tambang emas di Indonesia sangat dijaga dan dikelola dengan hati-hati karena dijadikan sebagai pendapatan besar negara baik dari segi devisa maupun pajak. Sebagai contoh, Tambang Grasberg yang merupakan tambang emas terbesar di Indonesia ada di daerah Papua Tengah, tepatnya di Mimika. Tambang emas ini dikelola oleh PT Freeport Indonesia yang berfokus pada eksplorasi, proses, pemasaran dalam dunia pertambangan.

Namun disisi lain, penambangan emas yang dilakukan secara ilegal terus menerus dalam jangka panjang akan menimbulkan dampak negatif yang merugikan bagi banyak pihak seperti:


1. Mengganggu Ekosistem

Proses penggalian lahan tambang dapat menyebabkan hilangnya habitat bagi flora dan fauna, sehingga dapat mengancam kehidupan satwa, hal ini menyebabkan satwa maupun tumbuhan kehilangan tempat tinggalnya untuk berlindung dan berkembang biak, selain iyu dapat menyebabkan ketidakstabilan rantai makanan satwa karena banyak tempat yang dijadikan sebagai lokasi penambangan menghilangkan sebagian spesies tertentu, sehingga dapat menjadi resiko satwa langka.


2. Degradasi Lahan

Proses penambangan menyebabkan kerusakan lahan yang luas, termasuk hilangnya vegetasi, erosi tanah, dan terbentuknya lubang-lubang besar. Hasil dari proses pengelolaan limbah tambang juga dapat mengkontaminasi tanah sehingga tumbuhan sulit tumbuh.


3. Pencemaran Udara & Air

Limbah tambang di sungai, danau, maupun di tanah mengandung zat kimia berbahaya seperti merkuri, sianida, dan logam berat lainnya. Selain itu, debu dari aktivitas penambangan menyebabkan polusi udara.


4. Konflik Sosial Budaya

Persaingan hak milik lahan, sumber daya alam, dan pembagian keuntungan seringkali menimbulkan konflik antara perusahaan tambang, pemerintah, dan masyarakat setempat memicu ketimpangan sosial.


5. Resiko Kerja

Menghadapi resiko kecelakaan yang tinggi serta paparan zat berbahaya secara langsung terhadap aktivitas penambangan dapat menyebabkan berbagai penyakit kulit, gangguan pernapasan, dan memicu kanker khususnya bagi pelaku penambangan serta masyarakat setempat.


6. Ketergantungan Ekonomi

Pendapatan dari hasil tambang yang tinggi dapat membuat daerah rentan terhadap fluktuasi harga komoditas.


7. Kelangkaan 

Banyaknya tempat tambang emas yang digali secara ilegal besar-besaran dari pihak yang tidak memiliki kewenangan dalam jangka waktu panjang bisa mengancam ketersediaan emas sehingga menjadi langka.



Untuk mengurangi dampak negatif dari penambangan emas, diperlukan upaya yang komprehensif, antara lain:


1. Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan

Menggunakan teknologi yang lebih bersih dan efisien untuk mengurangi limbah dan emisi.


2. Reklamasi Lahan

Melakukan reklamasi lahan bekas tambang untuk mengembalikan fungsi ekologisnya.


3. Pengelolaan Limbah Tambang Dengan Bijak

Mengelola limbah tambang secara aman untuk mencegah pencemaran lingkungan. Pengelolaan limbah tambang dianjurkan mengecek kadar pH menjadi 6-9 untuk mencapai baku mutu menggunakan pH Adjuster serta menggunakan alat penyaring air sebagai upaya mencegah terjadinya perubahan warna, bau, kandungan dan kualitas air dari proses penambangan.


4. Partisipasi Masyarakat

Pihak-pihak berwenang serta pemerintah sebaiknya juga melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan pemantauan kegiatan pertambangan dengan memberi informasi serta laporan agar menjalin hubungan erat, memperluas aksesibilitas, meningkatkan transparansi, serta membangun kepercayaan sehingga terhidndar dari konflik dan demo.


5. Penerapan Standar Lingkungan Yang Ketat

Pemerintah perlu menetapkan dan menegakkan standar lingkungan yang ketat bagi perusahaan tambang agar terhindar dari penyalagunaan bagi pihak yang tidak bertanggung jawab.



Penambangan emas dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan serta sangat menjanjikan, namun untuk mencapai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan, diperlukan pengelolaan yang bijaksana dan berkelanjutan secara hati-hati dalam jangka panjang dari semua segi aspek antara pemerintah, perusahaan, pelaku penambang, dengan masyarakat sekitar guna mendukung Indonesia yang lebih baik dan maju.


Writer: Clara Angelita Darma

Comments

  1. bagus!, artikel ini memaparkan dampak negatif sekaligus memberikan solusi untuk mengurangi dampak negatif tersebut

    ReplyDelete
  2. Artikel ini sangat membuka mata tentang betapa banyaknya dampak negatif yang merugikan bagi banyak pihak pada penggalian tambang

    ReplyDelete
  3. Artikel ini sangat informatif, bagus banget untuk dibaca

    ReplyDelete
  4. Keren banget dah, bisa memberi manfaat kepada publik πŸ‘πŸ‘

    ReplyDelete
  5. Menurutku ada bagusnya dalam segi ekonomi karena dengan menambang emas kita memiliki sumber emas yang cukup agar kita tidak membeli emas dari negara lain walau begitu tetap sangat beresiko sekali penambangan emas karena penambangan emas ini memiliki resiko besar terhadap struktur tanah yang dimana jikalau terjadi kesalahan dapat berakibat fatal sekali bagi manusia dan satwa di sekitarnya

    ReplyDelete
  6. Thanks, sgt bergunaπŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»

    ReplyDelete

Post a Comment