Pakistan: Negara Rentan Bencana Alam



Pakistan dikenal sebagai salah satu negara di Asia yang rentan terhadap bencana alam. Bencana seperti kekeringan, banjir, dan gelombang panas telah menjadi kejadian umum di negara ini, dengan banjir diakui sebagai yang paling parah.

Kekeringan: Air Bersih Kian Langka

Menurut laporan IMF 2015, sumber air tanah di Pakistan telah menurun drastis dari 5.600 m³ per kapita saat kemerdekaan (1947) menjadi hanya 1.200 m³. Kekurangan air ini membuat daerah seperti Baluchistan dan Sindh sering dilanda kekeringan. Curah hujan yang sangat rendah, kurang dari 30 mm per tahun, membuat jutaan hektar tanah subur kehilangan potensi karena erosi, salinitas, dan penggenangan air. Kekeringan parah telah tercatat beberapa kali, termasuk pada 1967-69, 1971, 1998-2002, dan yang terbaru pada 2009-15.

Banjir: Bencana yang Berulang

Banjir besar telah berulang kali melanda Pakistan, seperti pada tahun 2010 ketika hujan monsun yang lebat menyebabkan sepertiga wilayah negara tenggelam. Sekitar 20 juta orang terdampak, dengan 2.000 korban jiwa dan kerugian besar pada infrastruktur dan mata pencaharian. Banjir ini diperburuk oleh deforestasi, praktik konstruksi yang buruk, dan minimnya sistem peringatan dini.

Deforestasi dan Dampaknya

Penebangan pohon berkontribusi besar terhadap masalah ini. Pohon yang seharusnya mengikat tanah dan menyerap air hilang, sehingga memperburuk risiko banjir. Dengan lebih sedikit pohon, tanah menjadi lebih mudah terkikis dan air hujan mengalir tanpa kendali.

Perubahan Iklim dan Pencairan Gletser

Gletser di wilayah pegunungan utara Pakistan—Karakoram, Hindu Kush, dan Himalaya—menutupi 13.680 km², menyuplai air bagi sekitar 50 juta orang. Namun, pemanasan global menyebabkan pencairan gletser yang cepat, yang sering bertepatan dengan musim hujan, sehingga meningkatkan risiko banjir besar. Suhu rata-rata global diprediksi naik 1,5°C hingga 6°C pada akhir abad ini, memperparah frekuensi banjir, badai, dan bencana lainnya.

Masa Depan yang Rentan

Perubahan pola cuaca dan curah hujan tidak merata di Pakistan, dengan daerah utara memanas lebih cepat dibandingkan selatan. Variabilitas ini memperburuk kekeringan di wilayah kering dan semi-kering. Dengan sumber air bersih yang semakin terancam, langkah-langkah mitigasi seperti reboisasi, pengelolaan air yang lebih baik, dan sistem peringatan dini sangat mendesak untuk diterapkan.

Writer: Hans Christian

Comments