Pencemaran Sungai Citarum : Limbah Industri Fashion yang tidak terkendali


 

Fenomena fast fashion adalah tentang produksi pakaian yang super cepat dan dalam jumlah besar. Idenya simpel: pakaian ini diproduksi dengan cepat dan murah, menggunakan bahan yang berkualitas rendah agar biayanya lebih murah. Sayangnya, cara ini membuat limbah pakaian menumpuk dan mencemari lingkungan.

Sungai Citarum di Jawa Barat, Indonesia, adalah salah satu sungai terbesar di negara ini dan menjadi sumber air utama bagi sekitar 25 juta orang. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, Citarum dikenal sebagai salah satu sungai paling tercemar di dunia. Pencemaran ini berasal dari berbagai sumber, mulai dari limbah rumah tangga hingga limbah industri yang mencemari airnya dengan zat kimia berbahaya.

Salah satu penyumbang besar pencemaran ini adalah limbah dari industri tekstil, yang banyak beroperasi di sepanjang aliran sungai. Limbah-limbah ini mengandung bahan kimia seperti logam berat, pewarna tekstil, dan mikroplastik dari serat poliester. Limbah tersebut dilepas langsung ke sungai tanpa pengolahan yang memadai, sehingga berdampak buruk bagi ekosistem. Penelitian oleh IPB pada Februari lalu mengungkapkan bahwa 70 persen bagian tengah Sungai Citarum tercemar mikroplastik dari serat poliester, yang menjadi ancaman nyata bagi ikan dan biota lainnya.

Mikroplastik dari limbah tekstil mengendap di dasar sungai dan merusak rantai makanan air, menyebabkan cacat dan kematian pada ikan, kerang, dan organisme lainnya. Tidak hanya berdampak pada kehidupan air, pencemaran ini juga mengancam kesehatan manusia. Banyak warga di sekitar Sungai Citarum yang menggunakan air sungai untuk mandi, mencuci, atau bahkan sebagai sumber air minum alternatif, meskipun air tersebut sangat tercemar. Hal ini meningkatkan risiko penyakit kulit, infeksi, dan masalah kesehatan lainnya.

Kita sendiri juga bisa berperan dengan mengurangi pembelian pakaian baru yang tidak perlu. Saatnya berpikir lebih cermat sebelum membeli! Sinergi antara produsen dan konsumen sangat penting untuk mengurangi dampak fast fashion. Kita bisa mulai dari diri sendiri dengan mengurangi kebiasaan belanja berlebihan, sementara produsen bisa memproduksi dengan lebih bijak dan memilih bahan yang lebih ramah lingkungan.

Writer: Hans Christian

Comments