Penerbangan Jet Pribadi Meningkat, Emisi Karbon Melonjak
Penggunaan jet pribadi semakin melonjak dalam beberapa tahun terakhir, dengan emisi karbon yang dihasilkan naik hingga 50 persen, menurut analisis global terbaru. Studi ini melacak lebih dari 25.000 jet pribadi dan hampir 19 juta penerbangan antara 2019 hingga 2023. Hasilnya, hampir separuh penerbangan berjarak kurang dari 500 kilometer, dan 900.000 di antaranya bahkan hanya sejauh 50 kilometer—mirip seperti taksi udara.
Di Indonesia dan Asia, fenomena ini menjadi ironi besar. Ketika banyak negara berkembang berjuang melawan dampak perubahan iklim, segelintir orang superkaya justru meningkatkan emisi karbon melalui transportasi mewah ini. Sebagai perbandingan, dalam satu jam penerbangan jet pribadi, seorang penumpang bisa menghasilkan lebih banyak emisi karbon dibanding rata-rata emisi tahunan satu orang.
Penelitian yang diterbitkan dalam Communications Earth & Environment juga menemukan bahwa AS mendominasi penerbangan jet pribadi, dengan 69 persen penerbangan global. Inggris, Kanada, dan Australia juga berada di peringkat teratas. Di Eropa, banyak jet pribadi digunakan untuk liburan ke lokasi populer seperti Ibiza atau Nice.
Prof. Stefan Gössling, yang memimpin penelitian ini, mengatakan bahwa peningkatan emisi global sebagian besar berasal dari kelompok terkaya di dunia. "Hanya segelintir orang yang menikmati manfaatnya, sementara seluruh dunia menanggung kerugiannya," katanya.
Beberapa langkah yang diusulkan untuk mengendalikan emisi ini termasuk pajak tinggi untuk setiap ton CO2 yang dihasilkan, peningkatan biaya pendaratan, atau bahkan pelarangan total jet pribadi. Menurut aktivis lingkungan, kebijakan seperti ini diperlukan untuk mengurangi ketidakadilan dalam emisi karbon.
Di Indonesia, langkah-langkah seperti ini juga relevan. Ketika masyarakat berjuang menghadapi banjir dan kekeringan akibat perubahan iklim, kebijakan untuk mengurangi emisi dari kelompok elit bisa menjadi salah satu solusi untuk menciptakan masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan.
writer: Hans Christian
Comments
Post a Comment